Tampilkan postingan dengan label sCiEncE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sCiEncE. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Januari 2009

Manfaat Bawang Putih Untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit

Bawang putih (Allium sativum) adalah herba semusim berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Batangnya batang semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya bersiung-siung, bergabung menjadi umbi besar berwarna putih. Bawang putih dapat digunakan untuk pengobatan alternatif antara lain untuk mengobati flu dan batuk, kolesterol, kehamilan dan penyembuh wasir.



A. Sekilas Tentang Bawang Putih
Bawang putih (Allium sativum) adalah herba semusim berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Batangnya batang semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya bersiung-siung, bergabung menjadi umbi besar berwarna putih. Tiap siung terbungkus kulit tipis dan kalau diiris baunya sangat tajam. Daunnya berbentuk pita (pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Berakar serabut. Bunganya berwarna putih, bertangkai panjang dan bentuknya payung.

B. Klasifikasi Bawang Putih
Klasifikasi bawang putih, yaitu :
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Liliales
Suku : Liliaceae
Marga : Allium
Jenis : Allium sativum
Nama umum : bawang putih
Nama daerah :
Sumatera : bawang putih (Melayu), lasun (Aceh), dasun (Minangkabau), lasuna (Batak), bacong landak (Lampung).
Jawa : bawang bodas (Sunda), bawang (Jawa), babang pole (Madura).
Kalimantan : bawang kasihong (Dayak).
Sulawesi : lasuna kebo (Makasar), lasuna pote (Bugis), pia moputi (Gorontalo).
Nusa Tenggara : Incuna.

C. Kandungan Kimia dan Sifat Kimiawi Bawang Putih
Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat anti bakteri dan antiseptik. Kandungan allicin dan aliin berkaitan dengan daya anti kolesterol. Daya ini mencegah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dan lain-lain. Umbi batang mengandung zat-zat:
1. Kalsium : bersifat menenangkan sehingga cocok sebagai pencegah hipertensi.
2. Saltivine : bisa mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta merangsang susunan sel saraf.
3. Diallysulfide, alilpropil-disulfida : anti cacing.
4. Belerang
5. Protein
6. Lemak
7. Fosfor
8. Besi
9. Vitamin A, B1 dan C.

D. Manfaat Bawang Putih
Bawang putih dapat digunakan untuk pengobatan alternatif sebagai berikut :

a. Bawang putih Flu dan Batuk.
Kandungan sulfur yang terkandung dalam bawang putih membuatnya memiliki bau dan rasa yang khas dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Pada tahun 1992, peneliti dari Universitas Brigham Young di Utah melaporkan bahwa bawang tumbuk dalam minyak membunuh bukan hanya membunuh rhinivirus tipe 2 (penyebab umun flu), tetapi juga membunuh 2 macam herpes (penyakit kulit menular) dan beberapa virus umum lainnya.

Bagaimana cara memanfaatkannya? Makanlah bawang putih sebanyak-banyaknya segera setelah anda merasa sakit atau tambahkan bawang putih pada masakan. Anda juga dapat membuat obat batuk dengan resep ini : Hancurkan bawang dan masukan ke dalam susu dingin di dalam panci, lalu panaskan sekitar 1-2 menit, dan minum hangat-hangat.

b. Bawang Putih dan Kolesterol
Sekarang ada lebih dari 12 studi yang dipublikasikan di seluruh dunia yang memastikan bahwa bawang putih dalam berbagai bentuk dapat menurunkan kolesterol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bawang ini dapat menyembuhkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung. Salah satu studi yang dipublikasikan di “The Journal of The Royal College of Physicians” oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994 menyebutkan bahwa bawang putih merupakan agen untuk mengurangi lemak. Penulis menyatakan bahwa suplemen bawang merupakan bagian terpenting dalam penyembuhan kolesterol tinggi. Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan terjadi sebesar 12 % dari total kolesterol. Penurunan ini terjadi setelah 4 minggu perawatan.

c. Bawang Putih dan Kanker
Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker beberapa penelitian epidemiologis menunjukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi bawang putih lebih rendah resikonya terkena kanker perut dan usus besar. Untuk memastikan bahwa anda akan mendapatkan hasil yang maksimal, peneliti dari Penn State Unipersity merekomendasikan untuk membiarkan dulu potongan atau tumbukan bawang selama paling sedikit 10 menit, memberi waktu bawang itu membentuk kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker.

d. Bawang Putih dan Kehamilan
Riset terbaru menunjukkan bahwa menkonsumsi bawang putih selama kehamilan mengurangi resiko komplikasi kehamilan pre-eclampsia (meningkatkan tekanan darah kandungan protein dalam urine). Studi–studi juga mengungkapkan bahwa bawang putih juga membantu menaikkan lambatnya berat badan bayi yang terlalu kecil. Riset dilakukan oleh Dr. D. Sooranna, Ms J. Hirani dan Dr. I Das di Academic Department of Obsterrics dan Gynaecology, Chelsea dan Westminster Hospital in London UK. Mereka menyimpulkan bahwa walaupun pre-eclampsia dan kelambatan pertumbuhan merupakan kondisi yang kompleks, mengkonsumsi tablet bawang putih secara standar selama masa kehamilan dapat mengurangi kemungkinan–kemungkinan komplikasi pada kelahiran. Mereka memfokuskan pada kelambatan pertumbuhan pada bayi dan pre-eclampsia, kondisi yang sangat berbahaya bagi ibu dan anak yang terjadi pada kira–kira satu diantara sepuluh kehamilan.

Eksperimen menunjukkan bahwa menambahkan ekstrak bawang putih pada sel–sel plaasenta yang kemungkinan menderita kondisi–kondisi tersebut terbukti dapat menstimulasi pertumbuhan. Lebih jauh lagi, kegiatan enzim–enzim penting yang berkurang pada kehamilan tidak normal juga sangat meningkat dengan diberikannya bawang putih.

e. Sebagai Penyembuh Wasir
Pertama bersihkan dulu daerah anus dan sekitarnya dengan air hangat dan sabun, oleskan jus/beberapa siung bawang putih yang sudah dimemarkan sebanyak 3-5 kali pada anus yang telah dibersihkan, tunggu beberapa menit lalu bersihkan.

f. Meningkatkan Stamina
Setelah dikaji secara mendalam, ternyata bawang putih dapat menjadi sumber stamina dan kekuatan fisik yang tinggi. Walaupun sebelumnya mereka jarang sekali sakit, tiba-tiba mereka mudah terserang flu, orang – orang seperti inilah yang terutama membutuhkan daya pembangun stamina yang terdapat di bawang putih. Orang-orang yang mudah lelah seharusnya menambah stamina mereka dengan makan sedikit bawang putih setiap hari dalam jangka waktu yang lama. Caranya, bisa kita campurkan dalam olahan masakan kita dan menelannya.

g. Mengontrol Gejala Diabetes
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit bawaan yang ditandai oleh tak cukupnya insulin di dalam tubuh, sebagai akibat kelebihan gula di dalam darah dan urine, serta kelaparan yang hebat dan kehausan. Penderitanya selalu ingin makan yang manis-manis, dan walaupun ia suka makan yang manis-manis dan makanan lainnya, berat badan cenderung berkurang. Gejala utamanya, menurunnya daya tahan tubuh terhadap kuman dan bakteri gangguan kulit serta berkurangnya gairah seksual, penyakit usus dan pembuluh darah. Penggunaan bawang putih secara bijaksana dalam diet merupakan salah satu cara mendapatkan manfaat terbesar dari makanan yang dimakan dengan demikian menyumbang pada kondisi tubuh yang baik.

E. Pengaruh Pemakaian Bawang Putih
Akibat mengkonsumsi bawang putih terlalu banyak membuat napas kita menjadi bau, untuk menghilangjkannya kita dapat melakukan cara –cara berikut ini :
1. Meminum air teh kental atau kopi setelah mengkonsunsi bawang putih
2. Memakan kulit limau dengan cara dikunyah
3. Mengimbangi dengan makanan yang terbuat dari protein, hati, dan telor
4. Menggunakan bawang putih dengan cara direbus terlebih dahulu atau dijadikan acar

Dalam mengkonsumsi bawang putih sebaiknya tidak dimakan mentah, karena dapat mengganggu lambung. Oleh karena itu dianjurkan agar bawang putih terlebih dahulu direbus, digoreng, atau dipanggang dulu sebelum makan. Tetapi bawang putih tidak boleh digunakan dalam bentuk apapun sewaktu terdapat serangan penyakit di bagian perut dan usus besar.


Read More…

Sabtu, 03 Januari 2009

Laptop masuk sekolah....


Kalau kita melihat beberapa macam teknologi pendidikan, misalnya; Whiteboard-Elektronik, OHP, Video, Televisi, e-Learning, Internet, dll, selalu mutu akhirnya 100% tergantung mutu content dan proses pengajaran. Teknologi sendiri hanya sebagai medium. Kalau berhasil atau gagal tergantung content dan proses pengajaran, bukan teknologinya. Dengan teknologi seperti TV-Edukasi misalnya, siaran TV masuk sekolah kayaknya gagal karena kurang meneliti pengalaman-pengalaman di negara lain, dan juga tidak melihat dari keadaan dan keperluan guru di sekolah. Hasil sekolah 100% tergantung mutu pendidikannya, bukan teknologi yang mereka menggunakan untuk menyampaikan pendidikannya.

Kebetulan....



kemarin di seminar "Cutting Cost with ICT Convergence" salah satu wilayah yang disebut yang belum memasang teknologi wireless adalah daerah Pacitan. Pacitan adalah salah satu daerah di mana kami sudah menyaksikan pelaksanan pendidikan yang sangat bermutu. Guru-gurunya bersemangat melaksanakan PAKEM dan sangat mengembankan kreativitas siswa-siswinya. Sekolah-sekolah yang belum terlatih juga belajar PAKEM secara mandiri - salut!

Mohon ingat ......

Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

Pembelajaran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) adalah hal yang sangat penting di semua sekolah. Tetapi akses ke Internet untuk siswa-siswi di sekolah di luar pelatihan khusus sebenarnya tidak begitu penting, kecuali untuk melanjutkan pelajaran yang dibimbing oleh guru.

Pasti banyak siswa-siswi tidak akan setuju karena main Internet memang "fun", tetapi kami belum melihat bukti bahwa anak-anak sekolah yang sering menggunakan Internet secara bebas lebih berhasil di UN daripada yang menggunakan waktunya untuk mengulang pelajaran sekolahnya dan rajin mengerjakan PRnya. Mungkin sebaliknya?

Suka atau tidak suka, siswa-siswi kita akan dinilai dari hasil mereka di UN atau Ujian Sekolah (bukan dari kemampuan mereka "Chatting di Internet"). Selain masalah ujian, kapan siswa-siswi akan punya waktu di sekolah dengan kurikulum yang sangat padat untuk menggunakan Internet kecuali di kelas TI. Apakah kita ingin mengganti guru dengan pelajaran dari Internet (machine)? Sudah sering dicoba di negara lain!

Sekarang kita sedang mencoba "Sistem Pembelajaran Berbasis-TI". Kami pertama kali kenal Pembelajaran Berbasis-TI pada tahun 1992 di luar negeri, memang bukan sesuatu yang baru dan masih hanya digunakan di kursus/kelas tertentu saja. Tetapi kalau kreativitas sebagian dari siswa-siswi kita dapat ditingkatkan oleh 'membuat program-program' seperti ini yaitu memang baik.

Kita lihat bahwa pemerintah akan siapkan Rp 1 Triliun untuk "melengkapi laboratorium komputer" di sekolah-sekolah SMP/SMA/SMK untuk e-learning. Tetapi kalau sekolahnya hanya memiliki satu laboratorium komputer itu pasti akan dipakai terus untuk mengajar TI, bukan?. Apakah semua sekolah akan menerima cukup komputer untuk melengkapi beberapa lab/kelas?

Apakah "Pembelajaran Berbasis-TI" atau "E-Learning" betul adalah solusi rialistik untuk seluruh Indonesia? Atau, Pembelajaran Berbasis-TI hanya akan membesarkan jaraknya lagi antara sekolah yang punya dan yang tidak? Memang semua sekolah wajib untuk mempunyai lab komputer untuk mengajar TI (ini saja belum), tetapi kita akan perlu beberapa kelas lagi (di semua sekolah) yang dilengkapi dengan komputer supaya mata pelajaran yang lain juga dapat menggunakan komputer. Kalau kita melihat dari harga teknologinya (yang setiap beberapa tahun perlu diupdate), kurikulum yang sering dirubah, ongkos pemiliharaan teknologinya, dll, dengan anggaran yang sekarang tidak cukup untuk mengelola pendidikan 'Berbasis-Guru' dengan baik atau meningkatkan kesejahteraan guru dan staf TU sampai jadi manusiawi, bagaimana mungkin? (Saran 12/11/2007)

Mengapa kita selalu mencari solusi baru (yang sering tidak baru seperti TV-Edukasi atau Pembelajaran Berbasis-TI) untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia? Apakah karena alokasi anggaran memang tidak cukup untuk memperbaiki pendidikannya dan kita hanya mencari kesibukan? Atau karena paradigma lama kita (proyek) belum merubah sejak awal? Mengapa teknologi sering dianggap sebagai solusinya?

Misalnya, sekarang DepDikNas sedang membangun jaringan JarDikNas. Salah satu tujuan utama adalah meningkatkan mutu pendidikan lewat informasi yang lebih lengkap. Tetapi kelihatannya informasi mengenai masalah-masalah di lapangan sudah banyak sekali. Termasuk informasi mengenai keadaan di banyak sekolah yang ambruk dan mengancam keamanan anak-anak kita. Kapan masalah-masalah begini akan diatasi?

Apakah tidak lebih baik kalau kita menggunakan 100% dari anggaran Rp.42 triliun itu untuk mengatasi hal-hal yang sudah jelas dapat meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah, sesuai pemintaan dari lapangan dan perencanaan terhadap semua aspek kebutuhan sekolah?

Maksud kami, kalau atap sekolahnya bocor dan mau ambruk, tetapi yang diberikan adalah sambungan ke Internat, apakah ini betul bermanfaat? Kita perlu mulai dengan sekolah yang paling ketinggalan supaya mengarah ke keadilan akses pendidikan yang bermutu (dan melihat dari segala aspek). Tetapi karena JarDikNas sudah berjalan sebaiknya kita "Berfikir Optimis" dan mudah-mudahan banyak sekolah akan diberikan komputer, kalau betul ini memang positif. Untuk berita baru (5-1-2008) membaca ini "Pemindahan Jardiknas" (termasuk saran-sarannya). Memang itu sulit untuk "berpikir optimis"!

"Kata Menkominfo, akses-akses informasi pada jaringan ICT tersebut, akan ditekankan pada unsur e-education (pendidikan), e-health (kesehatan), dan e-economy (ekonomi) yang dapat mengurangi gap di bidang ICT antara daerah pedesaan dan daerah perkotaan".
Tetapi ini akan sangat tergantung peran dan mutunya SDM di pemerintah, bukan?.




Read More…

Pendidikan Yang Bermutu


menurut ku sebuah pendidikan dapat dikatakan bermutu apabila dapat Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM (Pembelajaran Kontekstual). ("Mampu" termasuk Kreatif)

Tanggung jawab sekolah ....



yang besar dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi tantangan-tantangan yang sangat cepat perubahannya. Salah satu dari tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu.

Kemampuan berbicara dalam bahasa asing, kemahiran komputer dan Internet, dan kemampuan menggunakan program-program seperti Microsoft merupakan tiga kriteria utama yang pada umumnya diajukan sebagai syarat untuk memasuki lapangan kerja di Indonesia (dan di seluruh dunia).

Mengingat hanya sekitar 30% dari lulusan SMA di seluruh wilayah Nusantara ini yang melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi formal, dan dengan adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatu tanggung jawab yang besar terhadap system pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kemahiran komputer bagi para siswa kita. Pembelajaran teknologi adalah sangat penting dan semua sekolah adalah wajib untuk mengajar Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).



Walapun kita sangat mendukung pembelajaran teknologi, kita juga harus menjaga bahwa "teknologi pembelajaran", yang hanya sebagai beberapa medium untuk menyampaikan pendidikan dan belum tentu meningkatkan mutu pendidikannya, tidak menjadi fokusnya mamajemen pendidikan sampai merugikan aspek-aspek lain yang betul dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Misalnya, JarDikNas. Salah satu tujuan utama adalah meningkatkan mutu pendidikan lewat informasi yang lebih lengkap. Tetapi kelihatannya informasi mengenai masalah-masalah di lapangan sudah banyak sekali. Termasuk informasi mengenai keadaan di banyak sekolah yang ambruk dan mengancam keamanan anak-anak kita. Kapan masalah-masalah begini akan diatasi?

Misalnya, Meningkatkan Peran dan Mutu Perpustakaan Sekolah. Apakah hal utama adalah "Library Management System"?


Senayan Open Source Library Management System


Apakah Teknologi Adalah Solusi Perpustakaan?

Implementasi teknologi di bidang pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan (master plan) terhadap semua aspek pengembangan pendidikan secara seimbang (bukan secara proyek). Sering pengumuman yang muncul di media mengenai teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia pendidikan. Kasus-kasus teknologi dan pendidikan tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusi umum.

Padahal ada hal-hal yang perlu diatasi dulu misalnya: "Sekolah tak Bisa Tangkal Situs Porno" yang akan perlu SDM di tingkat sekolah yang sangat bermutu dan rajin.

Memang kita wajib untuk mencari solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia supaya kita tidak hanya mengulangkan kegagalan negara lain. Kelihatannya pertanyaan-pertanyaan dasar yang penting sering tidak ditanyakan, seperti, mengapa di negara-negara maju mereka tidak melaksanakan ini? Mengapa di negara mana saja dasarnya pendidikan masih berbasis-kelas konvensional, bukan berbasis-TI? Mungkin negara lain belum memikirkan? Percayalah, dunia pendidikan termasuk bidang yang paling rajin untuk mencari kesempatan untuk menggunakan teknologi. Sering isu pendidikan dan 'teknologi baru' sudah dibahas dan diuji coba sebelum teknologinya muncul di pasar.

Yang perlu diperhatikan adalah inovasi-inovasi baru (dan sering yang tidak baru) akan ditunjuk dan didorongkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi yang sangat beruntung kalau teknologinya didadopsi di dunia pendidikan. 'Tetapi kita sebagai pendidik harus selalu melihat semua aplikasi teknologi dari kenyataan dan keuntungan terhadap mutu pendidikan' (bukan dari retorika).



Read More…

Sudah saatnya SARJANA KOMPUTER Indonesia GO INTERNATIONAL


Banyak orang di Indonesia kesulitan mencari kerja, sementara itu katanya di luar negeri banyak lowongan kerja terutama untuk bidang yang berhubungan dengan teknologi informasi, bidang "high-tech". Betulkah demikian ? dan apa mungkin lulusan Perguruan Tinggi Indonesia bisa bekerja di luar negeri ?

Mengutip sebuah survey yang telah dilakukan oleh PT Work IT Out yang dipimpin oleh Heru Nugroho, meski masih banyak dibutuhkan di dalam negeri, peluang kerja bagi tenaga kerja TI untuk keluar negeri pun terbuka luas, Kesempatan tetap terbuka, apalagi didukung oleh........



faktor bergesernya dominasi India yang dikenal sebagai sumber SDM TI, tawaran gajinya pun cukup menggiurkan. Bayangkan, untuk tenaga kerja TI kelas pemula sampai menengah, perusahaan di luar negeri berani menawarkan upah sekitar US$ 400 sampai US$ 600 (sekitar Rp 3, 6 juta sampai Rp 5,5 juta) per bulan. Di kelas yang sama di dalam negeri, paling mereka hanya ditawarkan gaji sekitar Rp 900.000 sampai Rp 2,5 juta per bulannya. Itu baru yang pemula. Untuk yang sudah punya keahlian spesifik dan berpengalaman, di luar negeri gajinya bisa mencapai US$ 2.000 - 2.500 (sekitar Rp 18,2 juta sampai 22,7 juta) per bulan. Tiga kali lipat dibanding di dalam negeri yang pasarannya sekitar Rp 7 sampai 10 juta.

Bidang kerja TI yang terbuka pun beragam dan hampir sama dengan yang ada di lokalan. Kebetulan kebanyakan yang dicari adalah engineer untuk networking dan wireless serta programmer. Kelihatannya trend yang sedang terjadi adalah orang atau perusahaan ingin membuat perangkat networking seperti produk dari Cisco. Untuk itu memang dibutuhkan banyak orang yang dapat membuat program dalam level C, C++ dengan real-time OS dan memiliki latar belakang (pengetahuan) di bidang telekomunikasi dan networking. Lowongan webmaster, UNIX administrator pun tidak sedikit. Jenis-jenis lowongan pekerjaan yang ditawarkan sangat banyak . Hanya saja, tenaga TI yang memiliki kemampuan terspesialisasi seringkali dicari, sayangnya agak susah mencari tenaga kerja yang sudah spesifik ini, dan kalau saya tuliskan mungkin daftar lowongan tersebut sepanjang artikel ini.

Nah, kalau melihat situasi seperti itu akan sangat mengenaskan jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah. Mungkin memang kemampuan hasil perguruan tinggi di Indonesia tidak memadai ? Berapa banyak sih perguruan tinggi di Indonesia yang mampu menghasilkan "software engineer" yang handal ? Mungkin di Indonesia baru mampu menghasilkan programmer kelas papan bawah ? Jika memang anda programmer atau software engineer yang handal, apakah anda mengenal istilah-istilah ini: lex, yacc, compiler construction, grammer, token, CMM, dan sebagainya ?



Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010 target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, dibutuhkan 327.813 orang



Selain contoh di atas, kita ambil negara lain seperti Jerman. Mengapa negara sekaliber Jerman mesti mendapat suplai tenaga TI dari luar negaranya ? Kurang sumber daya ? Dugaan itu ternyata betul. Perkembangan pesat teknologi informasi memang tidak hanya membuat ketar-ketir negara dunia ketiga, negara "dunia pertama" macam Jerman pun mulai merasakan akibatnya: kekurangan pakar TI yang tidak bisa didapatkan dari kalangan sendiri.

Maklum, jumlah yang dibutuhkan juga tak bisa dibilang sedikit. Tercatat saat ini sekitar 75.000 orang diperlukan oleh Jerman. Itu baru Jerman, belum negara lain. Tahukah Anda ternyata negara sebesar dan semaju Amerika Serikat pun masih mengimpor tenaga TI dari negara-negara di Asia, seperti India dan Cina. Nah, ini namanya peluang kan ?

Lowongan dari luar Indonesia untuk tenaga kerja TI kita banyak. yang tercatat pada kami bisa puluhan ribu lowongan," jelas Edi S. Tjahya, managing director JobsDB.com - sebuah portal informasi lowongan kerja. Lowongan sebanyak itu pun baru untuk wilayah Asia Pasifik. Secara kualitatif, kondisi sumber daya manusia Indonesia di bidang IT tidak kalah kualitas dibanding SDM dari negara seperti India sekalipun, papar Heru Nugroho, CEO PT Work IT Out, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja TI ke luar negeri.



Di dalam negeri sendiri untuk layanan informasi publik, tenaga IT yang dibutuhkan untuk sektor ini, ialah tenaga untuk mengelola e-government. Perkembangan kebutuhan terhadap tenaga untuk mengelola e-governmet akan sejalan dengan perkembangan implementasi e-governement. Sebagai gambaran menyeluruh terhadap kebutuhan ini, dapat dilihat dari jumlah lembaga pemerintah pusat, kabupaten/kota dan lembaga lainnya. Berdasarkan kasus pengelola e-government di Kalimantan Timur, yang mengelola e-governemt untuk 14 layanan, menggunakan tenaga IT 11 orang, maka untuk seluruh instansi pemerintah, memerlukan paling sedikitnya memerlukan 5.489.



Sedangkan layanan komersial, tenaga IT di bidang ini ialah personil yang bekerja di bidang jasa di berbagai bidang dimana transaksi dengan konsumen dan kliennya menggunakan dukungan teknologi telematika, seperti e-bisnis, e-health yang dikelola swasta, e-education yang dikelola swasta, media saiber. Untuk media saiber, jika seluruh media cetak dan elektronik yang ada sekarang akan mengembangkan media saiber dengan perkiraan satu media menggunakan 21 tenaga IT, maka dibutuhkan 40.341.



Sebagai gambaran kebutuhan tenaga IT di bidang industri di bawah ini dikemukakan dalam konsep blue book yang disusun ITB (lihat www.bhtv.web.id).



Proyeksi Umum Pertumbuhan Industri IT Indonesia (Tabel)



Asumsi 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Annual Growth 10% 20% 20% 40% 55% 65% 70% 70% 70%

Target Produksi

(Juta $) 500.00 550.00 660.00 792.00 1,108.80 1,718.64 2,835.76 4,820.79 8,195.33

Produktivitas

($/SDM) 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00 25,000.00



Target Total SDM 20,000 22,000 26,400 31,680 44,352 68,745 113,430 192,831 327,813



Tenaga Terampil

IT Specialists 6 4800 5280 6336 7603 10644 16499 27223 46279 78675

IT Professionals 3 2400 2640 3168 3802 5322 8249 13612 23140 39338

IT Administrators 1 800 880 1056 1267 1774 2750 4537 7713 13113



Tenaga Ahli

IT System Engineer 3 2400 2640 3168 3802 5322 8249 13612 23140 39338

IT Databases 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225

IT Application

Developer 5 4000 4400 5280 6336 8870 13749 22686 38566 65563

IT Solution

Developer 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225

IT Trainer 1 800 880 1056 1267 1774 2750 4537 7713 13113

Others 2 1600 1760 2112 2534 3548 5500 9074 15426 26225





Untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang IT dewasa ini diisi oleh tenaga-tenaga lulusan pendidikan tinggi baik dari jurusan teknologi informasi atau jurusan lainnya, sekolah kejurunan dan kursus-kusus di bidang telematika. Perguruan Tinggi di bidang TI atau telematika tampak beraneka ragam baik dari konsentrasi bidang kajian mapun jenjang kelembagaannya. Dilihat dari konsentrsai kajian, terdapat keanekaragaman antara lain, ilmu komputer, teknologi komputer, manajemen informatika, teknik informatika, sistem informasi, komputerisasi akutansi.



Jumlah perguruan Tinggi yang termasuk dalam kategori di atas berdasarkan data Depertemen Pendidikan Nasional, terdapat 476 Perguruan Tinggi (berdasarkan data Depdiknas). Jumlah lulusan di bidang ini, menurut data Depdiknas dari 256 Perguruan Tinggi negeri dan swasta setiap tahun mengasilkan 16.430



Data lain (sumber aptikom)menunjukkan pada saat ini terdapat sekitar 200 perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi terkait dengan teknologi informasi untuk jenjang pendidikan sarjana, magister, dan doktoral serta sekitar 300 perguruan tinggi untuk jenjang pendidikan diploma-III dan diploma-IV, yang keseluruhannya menghasilkan kurang lebih 25,000 lulusan setiap tahunnya. Banyak pengamat industri menilai bahwa jumlah tersebut sangat jauh dari kebutuhan industri yang sebenarnya, yang dapat mencapai sekitar 500,000 per tahun. Berdasarkan estimasi perencanaan, keberadaan ini baru akan dicapai pada tahun 2020 yaitu pada saat jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia sekitar 6 juta orang per tahun (United Nations, 2002) – dengan asumsi bahwa sekitar 7% mahasiswa mengambil disiplin ilmu teknologi informasi.



Proyeksi Jumlah Mahasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia 1995-2020



Tipe Perguruan Tinggi 1995 2000 2005 2010 2015 2020

Negeri 500 590 715 850 1010 2020

Swasta 1400 2200 2900 3600 4200 4700

Lain -Lain 400 350 305 250 220 200

Total 2300 3140 3920 4700 5430 6100





Perlu diperhatikan bahwa keseluruhan program studi informatika tersebut merupakan komunitas pendidikan yang bertujuan untuk melahirkan kelompok yang oleh United Nations diistilahkan sebagai IT Workers atau orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan formal (akademis) terkait dengan bidang teknologi informasi. Sementara itu, program studi lain – seperti ekonomi, manajemen, kedokteran, akuntansi, sastra, hukum, dan lain sebagainya – yang dalam kurikulumnya memperkenalkan pula penggunaan teknologi informasi sebagai penunjang pelaksanaan aktivitas sehari-hari digolongkan sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan ITEnabled Workers.



Upaya pengembangan SDM dari dimensi kualifikasinya diarahkan agar menjadi SDM yang profesional, sehingga pengembangan SDM mengarah pada pengembangan profesi atau berbasis kompetensi. Artinya diperlukan suatu pengembangan kurikulum yang disusun berdasarkan kolaborasi antara muatan lokal dengan muatan internasional, supaya lulusan PTS tersebut memiliki kompetensi yang diperlukan untuk bisa bekerja dan merebut peluang kerja di luar negeri.

Makin banyak perguruan tinggi swasta yang mengembangkan program gelar ganda. Strategi meluncurkan program gelar ganda di beberapa universitas dalam negeri semakin gencar dilakukan. Tak hanya universitas negeri namun juga melibatkan pihak swasta. Strategi ini diterapkan untuk mempersiapkan lulusannya di era perdagangan bebas dan mensejajarkan universitas dalam negeri dengan luar negeri. Program gelar ganda memungkinkan mahasiswa untuk mendapat dua gelar. Satu gelar dari universitas dalam negeri, sedangkan satu lagi dari luar. Adanya pengakuan dari luar negeri ini meningkatkan daya saing mahasiswa atau lulusan. Karena harus diakui, hingga kini lulusan dalam negeri masih dipandang sebelah mata di pasar bebas.

Dibukanya keran perdagangan bebas juga memungkinkan universitas luar negeri membuka cabang di Indonesia. Kompetisi tentu saja akan semakin ketat karena tidak hanya bersaing dengan sesama universitas lokal, para pendatang luar juga harus dihadapi. Kerjasama tersebut pada dasarnya merupakan upaya unversitas untuk diakui di dunia Internasional dan mensejajarkan diri dengan unversitas dari luar negeri. Untuk mendapatkan gelar ganda, mahasiswa bisa mengambil program 2+1, yaitu mengikuti dua tahun pengajaran di dalam negeri dan satu tahun di luar negeri. Atau dengan program 3+0, sehingga para mahasiswa tidak perlu pergi ke luar negeri. Pengajaran diberikan di dalam negeri dengan tenaga pengajar yang dimodifikasi antara lokal dan juga mendatangkan dosen dari luar negeri. Setelah selesai, mahasiswa akan mendapat gelar sarjana bachelor of Computer Science dari luar negeri, serta gelar Sarjana Komputer dari dalam negeri.

Dengan pola inilah, maka PTS dapat menghasilkan Sarjana Komputer Indonesia yang dapat GO International untuk meraih peluang kerja diluar negeri, sehingga akan meningkatkan citra Bangsa Indonesia, tidak hanya sebagai ekportir tenaga PRT akan tetapi juga sebagai exportir tenaga ahli di bidang teknologi informasi.




Read More…

Rabu, 31 Desember 2008

Kegelapan di (dalam) lautan dan Internal ombak


" Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang diatasnya ombak pula, diatasnya (lagi) awan; gelap gulita dan tindih-menindih apabila dia mengeluarkan tanggannya tidaklah dia dapat melihatnya dan barang siapa yang tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia dapat mempunya cahaya sedikitpun." (QS. An-Nur: 40)

Kegelapan di (dalam) laut dalam dan samudra ditemukan di sekitar suatu kedalaman 200 meter dan di bawahnya. Pada kedalaman ini, ada hampir tidak (ada) [cahaya/ ringan]. Di bawah suatu kedalaman 1000 meter tidak adacahayasama sekali.12








Hari ini, kita memahami tentang struktur umum dari laut, karakteristik dari makhluk hidup di dalamnya, berkadar garam nya, seperti halnya jumlah air [itu] berisi, kedalaman dan area permukaan nya. Kapal selam dan peralatan khusus, yang dikembangkan dengan teknologi modem, memungkinkan ilmuwan untuk memperoleh informasi ini.

Manusia tidak mampu menyelam lebih dari 40 meter tanpa bantuan [dari;ttg] peralatan khusus. Mereka tidak bisa bertahan hidup tanpa bantuan di (dalam) laut, gelap bagian-bagian dari samudra, seperti pada suatu kedalaman 200 meter. Karena pertimbangan ini, ilmuwan hanya baru-baru ini telah mampu menemukan ini potongan informasi [yang] terperinci tentang laut. Bagaimanapun, statemen kegelapan di (dalam) suatu laut dalam" digunakan di (dalam) Sura Nur 1,400 tahun yang lalu. [Itu] pasti salah satu [dari] keajaiban dari Kur'An yang informasi seperti (itu) tidak diberi serentak [di mana/jika] peralatan untuk memungkinkan manusia untuk menyelam ke dalam kerendahan dari samudra ada tersedia.

Sebagai tambahan, statemen di (dalam) sajak/ayat 40 Sura Nur "… seperti kegelapan dari suatu laut yang didalamnya ditutup ombaknya diatasnya ombak (pula)….. [menarik perhatian [kita mukjizat Al-Quran yang lain
Gambar-An kepada yang ditinggalkan menghadirkan ombak internal pada alat penghubung antar[a] dua lapisan ombak dari lapisan yang berbeda . lapisan yang lebih rendah lebih tebal daripada lapisan ombak yang diatas. fakta Ilmiah ini, yang diumumkan di (dalam) sajak/ayat 40 Sura Nur (menyangkut) Kur'An 14 abad yang lalu, telah ditemukan oleh ilmuwan masa kini [yang] hanya sangat baru-baru ini.


Ilmuwan sudah baru-baru ini menemukan bahwa ada ombak internal, yang (mana) " terjadi pada [atas] kepadatan menghubungkan antar[a] lapisan dari kepadatan yang berbeda ." ombak [yang] Internal ini [meliput/tutup] laut perairan samudra dan laut sebab air dalam mempunyai suatu yang lebih tinggi kepadatan dibanding air di atas itu. Ombak internal bertindak seperti gelombang muka. Mereka dapat pecah;kan, [hanya;baru saja]
suka gelombang muka. Ombak internal tidak bisa dilihat oleh mata manusia, tetapi mereka dapat dideteksi dengan mempelajari kadar garam atau temperatur ber;ubah pada penempatan ditentukan.

Statemen di (dalam) Kur'An berlari tentu saja/sungguh paralel kepada itu di atas penjelasan. Tanpa riset, seseorang dapat hanya lihat ombak pada [atas] permukaan dari laut. Adalah mustahil untuk [satu/ orang] untuk memahami tentang ombak yang internal di bawah lautan. Sekalipun begitu (yet), di (dalam) Sura Nur, Tuhan [menggambar/menarik] perhatian [kita/kami] [bagi/kepada] yang lain jenis gelombang/lambaian yang terjadi di [dalam] kerendahan samudra. [Yang] pasti, fakta ini, ilmuwan yang (mana) telah menemukan sangat baru-baru ini, menunjukkan sekali lagi [bahwa/yang] Kur'An adalah kata Tuhan.



Read More…

Senin, 22 Desember 2008

ASAL-USUL MANUSIA,SAINS DAN KITAB SUCI


Manusia, yang meragui asal usul spesiesnya, pada mulanya berkuasa penuh terhadap renungan dan kepercayaan karut yang diwarisi dari generasi, dan sumber-sumber renungan ini lenyap ditelan zaman. Pada peringkat sekunder dan sebelum ilmu sains bertapak untuk menyelesaikan persoalan tentang keraguan ini, seperti juga halnya pada hari ini, pembelajaran agama dan berbagai-bagai sistem falsafah telah membawa unsur-unsur untuk renungan.
Kita mesti memberi penegasan terhadap pengaruh ajaran Kitab Suci oleh tiga agama monoteistik tentang pemikiran manusia. Selama berabad-abad, sumber idea berasal daripada tanggapan manusia sendiri. Wahyu yang diturunkan oleh Tuhan pada asalnya



disampaikan dengan mulut, setelah itu barulah disampaikan di dalam bentuk tulisan.
Namun manusia hanya berupaya meneka tarikh yang manusia sedar terhadap wahyu pertama itu. Cara wahyu tersebut disampaikan kepada manusia, Nabi Nohlah yang pertama mengemukakan perkara tersebut untuk perhatian kaumnya. Kitab Injil telah membuat rujukan terhadap fakta ini. Al-Quran juga ada menyatakan bahawa idea tentang asal usul manusia dibuat oleh Nabi Noh a.s.
Teks Kitab Suci yang paling lama yang terdapat pada hari ini yang membicarakan asal usul manusia - ciptaan Allah (Tuhan) yang kreatif (agung) - tidak diragui lagi berdasarkan pengetahuan manusia tentang dua Yahvist dan Sacerdotal seperti yang diceritakan di dalam kitab Injil. Versi Yahvist yang paling lama dianggap ditulis pada kurun kesembilan atau kesepuluh sebelum masihi. Versi yang paling baru, iaitu Sacerdotal merupakan hasil kerja paderi-paderi pada kurun yang ke-6 sebelum masihi. Ia mengandungi kisah selanjutnya tentang Penciptaan. Hujah-hujah ini



Semua Paragrap yang di sembunyikan
dimuatkan pada bahagian permulaan semua kitab Injil.
Agama Kristian secara umumnya mengambil idea Ciptaan dan mengulangi ajaran Injil tentang asal usul manusia tanpa huraian yang lebih lanjut. Ini berbeza dengan kandungan Old Testament (Wasiat Lama). Namun demikian, terdapat kekecualian pada salasilah Nabi Isa a.s. terutamanya yang mengatakan bahawa Baginda berasal daripada manusia yang pertama yang didahului oleh 76 generasi. Namun, pernyataan tersebut tidak dapat dipertahankan pada hari ini.
Perkembangan ajaran al-Quran banyak mendedahkan manusia terhadap data tentang diri mereka, semua ciptaan Tuhan, iaitu Penciptaan dan organisasi benda-benda tak bernyawa serta benda-benda bernyawa.
Demikianlah, selama beberapa abad yang melibatkan persoalan tentang asal usul, pemikiran orang-orang Barat disalurkan dengan ajaran kitab Injil (jika boleh saya berkata begitu). Sementara itu dalam dunia Islam, al-Quran bukan sahaja membawa idea-idea am tentang Ciptaan malahan disertai juga dengan ajaran tiga agama monoteistik, ajaran yang lebih lanjut tentang manusia, ajaran-ajaran baru yang terdapat semenjak zaman tanpa kehidupan di dalam kitab Injil dan banyak lagi yang saya akan rujuk kemudian.
Peringkat yang seterusnya ialah pada kurun ke-18. Dalam era agama Kristian, ilmu sains mula memperlihatkan kemajuan khusus. Sebaik sahaja manusia mula menunjukkan kemajuan tentang pengetahuan dalam bidang sains - walaupun masih pada peringkat awal dan tidak mencukupi untuk membuat suatu kesimpulan rasmi - namun begitu ilmu sains telah mempengaruhi manusia untuk mengembangkan berbagai-bagai spekulasi. Kesilapan yang dilakukan oleh kebanyakan ahli sains dalam membuat taakulan adalah kerana mereka menggunakan fakta yang bergantung semata-mata kepada kes manusia yang tidak ada sedikit pun persamaan dengan alam haiwan. Mereka melakukannya semata-mata berdasarkan tamsilan sahaja. Lantaran itu, ahli-ahli falsafah membina teori-teori yang berasaskan asas-asas yang tidak kukuh. Pada hari ini, perkara itu masih diperhatikan.
Di Barat, pada kurun ke-19, perselisihan pendapat tentang ajaran agama, terutamanya yang terkandung di dalam kitab Injil khususnya yang berkaitan dengan ketetapan spesies sepanjang zaman, sememangnya telah dirumuskan dengan nyata di dalam Old Testament. Lamarck memperkenalkan teori Transformisme pada awal kurun ke-19. Beliau merupakan orang yang pertama berselisih pendapat tentang kenyataan kitab Injil tentang ketetapan spesies. Pada kurun ke-19, khususnya pada bahagian pertengahan yang kedua, Darwin dalam teorinya tentang Pilihan Alamiah yang diambil dari bukunya On The Origin of The Species, yang dikeluarkan dalam tahun 1859, telah memberikan tamparan hebat kepada data yang terdapat di dalam kitab Injil. Beliau membuat andaian bahawa keadaan alamiah dengan secara spontan telah menghasilkan makhluk-makhluk hidup seperti yang dihasilkan oleh penternak lembu dan kuda melalui pengacukan terpilih. Semasa membuat penaakulan itu, Darwin lupa bahawa penternak-penternak tersebut tidak boleh menghasilkan spesies yang berlainan daripada spesies induk.
Memanglah benar pendapat Darwin bahawa dia telah memerhatikan banyak variasi spesies yang ditemuinya semasa dalam pelayaran dengan kapal yang termasyhur, The Beagle. Namun variasi-variasi yang diperhatikan itu hanyalah variasi haiwan yang berasal daripada spesies yang sama. Beliau tidak pernah menemui sebarang perubahan terhadap sesuatu spesies yang boleh menghasilkan pembentukan satu spesies baru. Untuk menghuraikan evolusi, kita harus mengetahui segala-galanya yang membangkitkan transformasi sesuatu spesies, suatu order dan sebagainya ke dalam order yang lain. Di dalam suratnya yang diabadikan di British Library, London, dengan jelas Darwin mengakui kegagalannya untuk memberikan huraian tentang evolusi: "Saya mempercayai pendapat bahawa pilihan alamiah bukanlah kerana saya mampu membuktikan bahawa ia telah mengubah suatu spesies kepada spesies yang lain, tetapi kerana telah mengumpulkan dan menghuraikan dengan sebaik-baiknya tentang suatu kelompok fakta dalam pengelasan, embriologi, morfologi, organ rudimen, sesaran geologi dan taburan".
Dari kitab Injil, saya telah berpegang teguh, idea Ciptaan yang ditegaskan di dalam teksnya. Walau bagaimanapun, tentang nilai sekarang terhadap kepentingan naratif peristiwa, sesuatu yang berbeza dipertimbangkan.
Dengan cara ini, Darwin telah mengakui bahawa teorinya tidak dapat menghuraikan evolusi. Semua masalah tentang nilai karya Darwin dihuraikan di sini.
Sambutan ulang tahun ke-100 kematian Darwin telah diadakan pada tahun 1982 dengan perisytiharan memohon maaf yang ditujukan khusus untuk menjaga kepentingan kerja-kerjanya dalam sejarah Sains Alamiah. Di dalam buku saya What is the Origin of Man? The Answers of Science and the Holy Scriptures, saya telah menunjukkan kekurangan teori Darwin dan penyalahgunaan kerja-kerjanya yang dilakukan oleh pengulas-pengulas sezaman.
Pada hari ini, kewujudan evolusi di dalam alam haiwan telah ditunjukkan dengan sempurna sekali; begitu banyak kes telah dibuktikan di samping butir-butir terperinci tentang transformasi, sebagai contoh daripada reptilia hingga kepada mamalia. Tetapi Darwin tidak pernah membuktikan bahawa manusia berasal daripada beruk. Begitu juga, beliau tidak pernah menulis tentang perkara tersebut. Pada tahun 1869, Haeckel yang merupakan salah seorang pengikut Darwin telah mendakwa tanpa sebarang hujah bahawa: tidak ada sebarang pertalian yang ditemui antara keturunan manusia dan haiwan. Kita akan membincangkan fakta tersebut kemudian nanti.
Penyokong-penyokong teori moden seperti Neo-Darwinism atau Teori Sintetik Evolusi telah berusaha sedaya upaya mereka untuk menggabungkan data-data yang ketinggalan zaman itu dengan penemuan tulen kita. Tetapi mereka langsung tidak berupaya untuk menggabungkan semua faset masalah tersebut dalam pentaakulan mereka; mereka membuat kesimpulan daripada beberapa aspek tertentu. Mereka menggunakan data-data dari makmal yang mengkaji mikroorganisma masa kini. Mereka juga tidak mengambil kira fakta-fakta konkrit daripada peristiwa-peristiwa lampau iaitu dokumen-dokumen yang disediakan oleh bidang-bidang lain seperti zoologi, embriologi, anatomi bandingan, genetik, biologi sel dan molekul, dan sebagainya.
Sesungguhnya, kita melihat kelahiran teori-teori yang disokong oleh para sarjana yang mendakwa bahawa teori-teori tersebut semata-mata bergantung kepada sains. Namun, teori-teori tersebut hanya merupakan terjemahan kompromi dengan falsafah peribadi mereka. Dalam bidang ini, dengan wajar mengetahui sama ada pakar-pakar yang terkenal dalam biologi molekul di Perancis - seperti Jacques Monod atau Francois Jacob - layak menerima Hadiah Nobel dalam bidang Perubatan - telah menggunakan fakta-fakta tersebut untuk memenuhi nafsu kebendaan mereka. Kita mengetahui tentang keajaiban organisasi yang mengawal pemfungsian sel dan memerintah evolusi dalam alam haiwan. Bagaimanakah kita boleh bersetuju dengan pendapat Francois Jacob apabila beliau, di dalam bukunya Le jeu des possibles (The game of possibilities) menganggapkan evolusi sebagai akibat suatu susunan penggantian sahaja? Bagaimanakah kita boleh bersetuju dengan pendapat Jacques Monod kerana beliau memperta-hankan pendapat beliau bahawa teori Chance and Necessity (Le hasard et le necessite) itu mampu menghuraikan segala-galanya? Mustahil bagi kami bersetuju bahawa peranan penentu sesuatu peluang apabila kami mengetahui bahawa organisasi sesuatu makhluk hidup itu lebih kompleks daripada yang dapat dibayangkan oleh seorang pengeluar atau pengaturcara komputer. Di sini saya tidak mampu memberikan sebegitu banyak butir terperinci yang saya sebutkan di dalam beberapa bab buku saya.
Namun demikian, kita harus menegaskan bahawa beberapa data yang melibatkan kehidupan dari segi umum dan fungsi-fungsi. Dalam hal ini, saya ingin mengingatkan anda tentang beberapa tanggapan yang mungkin tidak disedari kerana untuk memberikan suatu persamaan dengannya adalah amat bersifat arahan. Dakwaan bahawa kehidupan mungkin terjadi secara spontan di atas muka bumi adalah karut. Begitu juga, tidak ada asas saintifik yang menegaskan bahawa kehidupan bermula dari angkasa. Yang amat pasti, ujikaji yang dijalankan oleh Miller pada tahun 1955, telah berjaya menunjukkan bahawa sejumlah kecil komponen kimia yang mempunyai kekompleksan yang tinggi, seperti asid amino bagi protein selular, mungkin dapat dihasilkan secara tiruan. Di dalam atmosfera bergas yang mengandungi hidrogen, ammonia, metana dan wap air, keamatan discaj elektrik yang tinggi mungkin menghasilkan sampel-sampel komponen tersebut. Namun, bukannya kehidupan yang diperolehi daripada semua itu. Miller telah membuat taakulan yang salah kerana terdapat jurang yang luas antara penggabungan sebatian tersebut dengan gaya yang tersusun secara kimia dengan penghasilan kompleks yang menakjubkan yang kita kenali sebagai sel ataupun organisma hidup yang lebih awal.
Pernyataan tersebut adalah seperti menyatakan bahawa kemungkinan pembentukan zarah keluli secara spontan daripada bijih besi dan arang batu pada suhu tinggi mungkin secara automatik menyebabkan pembinaan Eiffel Tower yang terkenal di Paris yang merupakan satu siri kejadian yang membanggakan. Siri kejadian tersebut mungkin telah menghimpunkan bahan-bahan tersebut dalam suatu susunan yang wajar, dan hasilnya mungkin merupakan suatu kejayaan pembinaan logam hampir satu abad yang lalu. Sesungguhnya, kita pasti dapat melihat bahawa struktur menara ini tidaklah begitu rumit jika dibandingkan dengan sel yang paling mudah.
Setiap sel mempunyai komputernya. Arahan-arahan untuk fungsi yang sebegitu banyak diberikan oleh molekul. Bagi molekul tersebut, suatu aturcara akan dihuraikan; ia juga meliputi pembiakan. Di dalam nukleus sel, makromolekul proteinik, iaitu asid deoksiri-bonukleik (atau DNA) merupakan unsur asas suatu sistem yang amat kompleks dan menghasilkan pemangkin untuk mencetuskan tindak balas kimia spesifik. Kespesifikan ini bergantung kepada komponen kimia yang melekat di bahan asas tersebut. Dengan cara ini, arahan-arahan berkod dihantar oleh pengutus-pengutus kimia dan setelah mendekodkan arahan tersebut, enzim-enzim spesifik yang dihasilkan akan menyebabkan sintesis protein yang diperlukan untuk kehidupan. Gen tersebut merupakan segmen DNA dan sebatian kimia yang akan ditambah kepada gen tersebut. Pada setiap sel terdapat sebilangan besar gen yang mengarah sebegitu banyak aktiviti. Oleh itu terbentuklah genoma.
Sungguhpun sesetengah organisma hidup, sebagai contoh bakteria, tidak mempunyai nukleus, namun organisma-organisma tersebut masih mempunyai suatu sistem arahan. Di dalam sel terdapat satu pita DNA yang berlipat. Dengan cara ini, beribu-ribu jenis protein yang berbeza dapat dihasilkan (lebih kurang 3,000 untuk bakteria seperti Escherichia coli). Dalam kes Escherichia coli, panjang pita tersebut ialah satu milimeter, iaitu 5,000 kali saiz maksimum bakteria yang berkenaan. Dalam manusia, saiz pita tersebut mungkin beribu-ribu per satu milimeter, panjang kumulatif pita DNA bagi semua sel tubuh adalah melebihi jarak antara bumi dengan matahari.
Ciri asas organisma hidup ialah organisasi yang menakjubkan. Gen mengarah fungsi-fungsi setiap sel. Manusia dengan sukarela mampu mempengaruhi aspek-aspek tertentu fungsi organ. Namun demikian, pada haiwan, kebanyakan fungsi tersebut bertindak secara automatik kerana suatu perancangan yang amat canggih di dalam sel-sel tertentu, sebagai contohnya di dalam sel saraf untuk burung. Migrasi yang amat kompleks bagi haiwan bergantung kepada penyimpanan maklumat yang banyak yang mengaruh tingkah laku automatik. Kita mengetahui isi padu yang amat berkurang pada sistem saraf pusat, tempat perancangan didaftar. Dengan cara tersebut kita mempunyai satu idea tentang keupayaan sesuatu benda hidup.
Di manakah bermulanya asal usul kehidupan? Setakat yang diketahui, hipotesis yang paling hampir ialah asal usul aquatik. Alga dan bakteria wujud satu bilion tahun yang lalu (bumi ini lebih kurang empat setengah bilion tahun). Mikroorganisma lain didapati dalam batu-batan lebih kurang tiga bilion tahun.
Kemungkinan juga bentuk hidupan plurisel terjadi daripada bentuk unisel. Makhluk plurisel yang paling purba mungkin terdiri daripada sel yang walaupun tidak mempunyai organ-organ yang dapat dibezakan dengan jelas, telah mempamerkan suatu organisasi pembiakan iaitu seks. Bentuk purba ini mungkin telah menerbitkan bentuk-bentuk yang lain yang mempunyai rudimen organ dan sel yang mempunyai fungsi dan otot: bentuk-bentuk ini mungkin terjadi dari satu bilion tahun yang lalu. Invertebrata yang pertama mungkin muncul lebih kurang 500 atau 600 juta tahun yang lalu bersama dengan moluska, cacing anulat, dan serangga yang pertama. Verterbrata muncul kemudian lebih kurang 450 juta tahun dan begitu juga beberapa jenis ikan yang tertentu yang terus berkembang selepas itu. Vertebrata daratan yang pertama (amfibia dan reptilia) muncul lebih kurang 350 juta tahun yang lalu dan selepas itu, mamalia (180 juta tahun yang lalu) dan burung-burung (lebih kurang 135 juta tahun yang lalu).
Tinjauan ringkas ini menunjukkan magnitud dalam alam haiwan tentang evolusi ke arah bentuk-bentuk yang lebih berkembang serta kompleks dalam cara susunan yang amat sempurna. Ia juga menyarankan bahawa sesuatu huraian itu tidak mungkin dilakukan dengan hanya bergantung kepada peluang semata-mata.
Kod genetik yang mengawal fungsi setiap sel kita merupakan pengarah yang mengawal seluruh transformasi yang tiba dengan cara yang tertib dan bukan cara yang sebaliknya. Apabila suatu ciri baru muncul dalam evolusi, ini merupakan jawapan wajib kepada suatu arahan daripada suatu gen spesifik ataupun lebih. Evolusi menjadi pencipta bentuk haiwan dan tumbuh-tumbuhan yang semakin kompleks. Oleh itu, apabila seseorang mengkaji dengan sehalus-halusnya tentang makhluk-makhluk hidup, dia akan mencapai suatu tanggapan bahawa segalanya telah direncanakan pada tahap kod genetik untuk melaksanakan seluruh kawalan terhadap fungsi-fungsi kompleks ekstrim yang berkaitan dengan ubahsuaian anatomi. Bagaimanakah kewujudan sesuatu juruprogram itu didapati tidak serasi dengan sains? Selanjutnya, bagaimanakah seseorang ahli sains yang bermatlamat dan saksama pada zaman ini dapat mengelak daripada ketidakmampuan untuk menjelaskan susunan fenomena hidup luar biasa ini yang bergantung kepada tanggapan peluang? Bagaimana pula seseorang itu boleh bergantung kepada formula kosong, idea-idea prasangka seperti pilihan alamiah Darwin yang langsung tidak memberikan huraian tentang evolusi yang kita ketahui pada hari ini?
Sesuatu makhluk hidup itu dicirikan daripada maklumat yang dirakam dalam kod genetik: yang kemudian itu mengandungi spesifikasi tentang morfologi dan fungsi setiap jenis. Seperti yang diketahui, jelas sekali bahawa evolusi bergantung kepada suatu proses pertambahan data maklumat secara berturutan sepanjang masa. Para ahli sains boleh menghujah secara ad infinitum tentang sebab-musabab yang menentukan fakta, tetapi mereka tidak dapat mengenepikan fakta itu sendiri kerana ia amat ketara. Sesetengah ahli teori zaman ini mendakwa bahawa mereka mempunyai semua huraian. Apabila mereka ini ditanya tentang letaknya titik-tolak atau asal usul maklumat genetik, mereka menjadi gugup. Kenapa mereka gagal? Jacques Monod mengakui ketidakupayaannya untuk menjelaskan perkara tersebut di dalam bukunya Chance and Necessity: "Masalah utama ialah asal usul kod genetik dan huraian tentang mekanismenya. Sesungguhnya kita tidak boleh bercakap dengan panjang lebar tentang 'masalah' sebagai satu enigma tulen".
Lamarck dan Darwin tidak memberikan sebarang huraian yang luas tentang genesis pembahagian asas alam tumbuh-tumbuhan dan haiwan yang setiap satu akan tiba pada suatu rancangan berorganisasi untuk seluruh keturunan. Perubahan gen yang berlaku secara kebetulan tidak memberikan sebarang huraian yang memuaskan tentang kemunculan variasi-variasi utama: Ia tidak dapat mencipta suatu bentuk baru dengan ubahsuaian yang melibatkan organ-organ dalam suatu tabiat yang koheren. Semua peristiwa ini terjadi dalam suatu peringkat yang berlanjutan. Pada mulanya, akan muncul tanda-tanda pertama bagi sifat-sifat khusus, dan diikuti oleh suatu tempoh aksentuasi fenomena ini yang akan dilengkapi oleh suatu fasa yang memperlahankan semua peristiwa tersebut serta penciptaan jenis baru yang akhirnya akan berhenti. Pada masa ini, kita berada dalam peringkat akhir ini. Sebagaimana yang kita akan lihat nanti, transformasi manusia ini berhenti sejak kebelakangan ini.
Kesemua jenis utama yang terorganisasi telah ditetapkan pada peringkat yang lebih awal lagi. Dari masa sesuatu jenis membahayakan beberapa bentuk tertentu yang mengorientasikan dirinya dalam suatu arah khusus, tidak ada sebarang jenis terorganisasi baru yang muncul dalam bentuk-bentuk khusus. Pierre-Paul Grasse menyatakan di dalam bukunya The Evolution of Living Organisms: "Evolusi kreatif berakar-umbi dalam bentuk prototaip; tanpa bentuk tersebut, tidak ada bentuk organisasi baru yang akan muncul".
Pada peringkat sel, evolusi membangkitkan soalan-soalan yang kini dapat dijawab oleh biologi molekul dan genetik. Tidak ada fenomenon baru yang terjadi di dalam sel tanpa perantara molekul DNA, yang dengan molekul asid ribonukleik (RNA), bertanggungjawab kepada pembentukan protein yang menjadi sebahagian daripada asal usul sintesis kimia. Bagi setiap variasi morfologi yang penting ini, molekul DNA mesti memperolehi suatu gen aktif yang baru, dan serentak dengan itu menambah terhadap kumpulan maklumat secara kimia, atau akan terjadi suatu pengubahsuaian terhadap gen yang sedia wujud.
Setakat yang diketahui, apakah yang terjadi kepada spesies manusia? Untuk membuat suatu perbandingan yang sah antara pernyataan Injil dan ajaran al-Quran, kita mestilah melaporkan hasil penemuan dan bukannya teori semata-mata.
Mengikut tanggapan yang kukuh yang diperolehi dalam kajian tentang fosil manusia (tulang dan gigi), tinggalan yang dikenal pasti menyebabkan kita berpendapat bahawa makhluk-makhluk hidup yang berfikiran cerdas telah wujud di Afrika lebih kurang empat juta tahun dahulu. Makhluk-makhluk tersebut bukan sahaja mampu menggunakan perkakas (beberapa haiwan tertentu juga mampu melakukannya) malahan mampu membuat perkakas-perkakas yang akan digunakan (suatu kemampuan penciptaan yang tidak diperolehi oleh haiwan). Hominid yang pertama ini dikenali sebagai Australopithecines: Saya berpendapat bahawa petanda ini yang bermula dari tarikh tersebut tidaklah sesuai. Ini adalah kerana petanda tersebut menyarankan bahawa terdapat suatu kaitan dengan beruk dan sesungguhnya ini amat berbeza sekali. Walau bagaimanapun, dalam beberapa aspek, hominid tersebut mempunyai suatu morfologi yang serupa dengan kita, contohnya postur biped, walaupun saiznya lebih kecil dan mempunyai keupayaan tengkorak yang hanya lebih kurang 500 sentimeter padu (cc). Mengikut pengetahuan semasa, hominid tersebut mewakili generasi paling purba, namun tidak dapat diketepikan bahawa penemuan-penemuan pada masa hadapan akan menunjukkan bahawa tarikh kemunculan manusia pertama di atas bumi ini adalah lebih awal lagi. Kita tidak dapat mengetahui dengan tepat bilakah masanya gelombang pertama ini lenyap: mungkinkah satu juta tahun dari kita? 600 ribu tahun yang lalu? Gelombang kedua ialah Pithecanthrops atau Homo erectus yang dikenal pasti di Afrika, Asia, Indonesia dan Eropah. Saiz mereka hampir sama dengan kita, dengan otak yang lebih besar (dengan purata lebih kurang 900 cc). Mereka telah menemui cara-cara menggunakan api. Mereka mungkin wujud dalam tempoh 500 ribu hingga 150 ribu tahun sebelum kita. Dalam gelombang ketiga, tinggalan Manusia Neandertal telah ditemui di Eropah, Afrika, Timur Tengah dan Jawa. Pertumbuhan otak mereka telah melebihi isipadu otak manusia hari ini. Gelombang ini lebih pendek tempohnya: antara 100 ribu hingga 40 ribu tahun. Pada zaman yang terkemudian ini, gelombang keempat dan gelombang terakhir telah muncul dan membawa bersamanya Homo sapien. Homo sapien ini telah mengalami sedikit evolusi.
Fakta negatif adalah amat penting: kita tidak pernah menemui kaitan formal yang menghubungkan sebarang bentuk tersebut dengan sebarang keturunan haiwan walaupun terdapat suatu perantara di antara primat dengan keturunan yang saya sebutkan tadi. Di Kongres Paleontologi Antarabangsa yang berlangsung di Nice, Perancis pada bulan Oktober 1982, perkara tersebut telah dihuraikan dengan jelas.
Bermula dengan leluhur kita, sudah pasti terjadi ubah suaian yang menyebabkan kita menjadi jenis-jenis yang berbeza dengan suatu spesies yang sama. Dalam spesies manusia, suatu evolusi yang ketara telah terjadi. Seseorang pemerhati saksama semestinya akan mengiktiraf kejadian tersebut. Sepanjang tempoh tersebut, terdapat ubah suaian kepada bentuk manusia tetapi ini tidak semestinya bermakna bahawa kita berasal daripada beruk seperti yang didakwa oleh Darwin.
Cerita yang paling panjang di dalam kitab Injil tentang Ciptaan (alam yang dijadikan Tuhan) (sebenarnya di dalam kitab Injil ada dua buah cerita) menerangkan - tentang Ciptaan haiwan oleh Tuhan, dengan mengutarakan bahawa pelbagai spesies telah pun ditetapkan di sepanjang zaman. Hal ini telah saya utarakan di dalam buku saya bertajuk The Bible, the Qur'an and Science, yang diterjemahkan sebagai "Injil, al-Quran dan Sains". Lagipun, data kronologi kitab Injil membawa kita kepada penilaian zaman. Alam Ciptaan Tuhan dan kepada kewujudan manusia di atas muka bumi semenjak 57 hingga 58 abad yang lalu. Pada tahun 1989, takwim Ibrani telah menganggarkan bahawa peristiwa tersebut telah berlaku lebih kurang 5,750 tahun yang lalu. Namun begitu, pernyataan ini masih belum diterima secara saintifik lagi.
Walau bagaimanapun, seseorang dapat membayangkan bahawa di dalam kitab Injil, perkara tersebut tidak berlaku sebaliknya; kerana, semasa memperkatakan tentang perkara ini, pengarang Kitab Injil untuk cerita tersebut diterima oleh pentafsir agama Kristian sebagai telah diberi ilham oleh Tuhan - Kenyataan ini bergantung kepada sejauh mana kebenaran yang terdapat di dalam kepercayaan tersebut. Akan tetapi, penerimaan ini hanya diberikan setelah pengarang ini menulis tentang idea, kebudayaan, kepercayaan atau dongeng tentang beberapa perkara lain pada zaman mereka. Untuk makluman, cerita yang pertama telah ditulis pada kurun kesembilan atau kesepuluh sebelum lahirnya Nabi Isa. Walau bagaimanapun, dalam keadaan ini, mungkinkah mereka telah melakukan kesalahan tentang fakta yang tidak diterangkan secara saintifik sebelum tibanya era moden? Oleh itu, tidaklah menghairankan jika Second Vatican Council (Majlis Vatican Kedua) (1962-1965) telah mengumumkan bahawa kitab-kitab Injil lama mungkin mengandungi "bahan-bahan yang tidak tepat dan tidak digunakan lagi."
Konsep Ciptaan manusia selalu dibincangkan oleh mereka yang suka membuat penekanan tentang keserupaan manusia dengan beruk atau apa jua lelehurnya, dari segi anatomi dan pelbagai fungsi. Melalui cara ini, mereka mencadangkan bahawa manusia mungkin berasal dari keturunan mereka itu. Mereka lupa bahawa keserupaan ini dipaksa kepada manusia. Keperluan telah memaksa manusia untuk hidup di dalam persekitaran yang sama. Jika diambil kira erti secara meluas, persekitaran yang sama bermakna persekitaran bumi serta variasi geografinya. Oleh itu, manusia perlu salur pernafasan yang serupa seperti yang terdapat pada haiwan lain, yang juga menggunakan oksigen dari udara. Manusia juga memerlukan salur penghazaman untuk mendapatkan nutrisi daripada makanan yang dibekalkan oleh tanah atau makanan daripada daging haiwan lain yang manusia boleh bergantung. Keadaan ini sama seperti seekor haiwan yang bergantung kepada haiwan yang lain. Semua keperluan hidup ini membawa kepada persamaan di dalam fungsi, fisiologi, biologi dan pelbagai ciri umum yang lain. Tanpa keserupaan morfologi dan keserupaan fungsi ini, manusia tidak dapat hidup di atas muka bumi.
Dengan mengambil kira data-data sains yang kukuh pada masa ini, kita tidak menjumpai sebarang perselisihan di antara data-data tersebut dengan ajaran agama tentang Ciptaan manusia. Konsep ini dipersetujui oleh semua orang, dari agama Yahudi, Kristian dan Islam.
Islam telah membawa ajaran lanjut tentang manusia di dalam al-Quran. Di dalam buku terbaru saya, (di dalam bahasa Perancis bertajuk L'homme, d'ou vientil? yang diterjemah tajuknya ke dalam bahasa Inggeris sebagai) What is the origin of man?, saya sering mengulangi bahawa pandangan saintifik tentang manusialah yang paling menarik minat saya. Pada tahun 1976, saya telah membuat satu syarahan tentang perkara ini di French Academy of Medicine. Kini, saya telah memperkembangkan unsur-unsur ini sepenuhnya di dalam dua buah buku.
Semasa memperkatakan tentang asal usul manusia, saya ingin membangkitkan bagaimana al-Quran mengajar kita tentang titik permulaan hidup, secara menyeluruh. Saya akan memetik ayat di dalam surah al-Anbia (21, ayat 30) yang berbunyi:
Tidakkan orang kafir melihat bahawa langit dan bumi bercantum: kemudian Kami pisahkan kedua-duanya dan Kami jadikan setiap benda yang hidup daripada air? Adakah mereka tidak percaya?
Pada masa ini, siapakah yang tidak tahun bahawa asal usul kehidupan adalah air.
Seterusnya, saya percaya bahawa saya telah memahami perbezaan di antara kiasan di dalam al-Quran dan penjelmaan morfologi manusia. Penjelmaan morfologi ini berlaku secara urutan, di dalam pelbagai fasa, seperti yang ditunjukkan oleh sains moden. Cuma di dalam era moden sahaja, kesemua ayat-ayat ini senang didekati untuk pemahaman manusia. Selain ahli sains, pengulas kuno serta penterjemah dan pengulas masa kini tidak dapat dan tidak berdaya memahami erti sebenar konsep ini.
Saya tidak akan membuat penekanan tentang erti kerohanian lazim yang berkaitan dengan ciptaan manusia daripada tanah; seperti yang tertulis di dalam beberapa ayat. Namun begitu, al-Quran telah membangkitkan bahawa, selepas Ciptaan, timbul satu fasa kedua apabila Tuhan memberi bentuk kepada manusia. Surah al-A'raf (7, ayat 11) berbunyi:
Kami cipta kamu dan kemudian Kami membentuk kamu; kemudian Kami suruh malaikat tunduk kepada Adam.
Manusia dijadikan secara harmoni, seperti yang dikatakan dengan ... yang ada kaitan dengan manusia di dalam surah al-Hijr (15, ayat 28 dan 29) dan surah Syad (k) (38, ayat 72). Lagipun, di dalam surah al-Infithar (82, ayat 7 dan 8) telah ditunjukkan bahawa:
(Allah) yang menciptakan kamu, menyempurnakan kejadian kamu dan membuat kamu dengan ukuran yang seimbang; menurut bentuk yang dikehendaki-Nya, kamu disusun-Nya.
Saya akan meneruskan penerangan ini dengan petikan daripada ayat-ayat yang mempunyai maksud tersendiri:
Surah at-Tin (95, ayat 4):
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam rupa yang amat baik.
Pada pendapat saya, begitulah maksud‚
Seperti ayat berikut dalam surah Nuh (71, ayat 14)
Sesungguhnya Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa peringkat.

Di dalam buku terbaru saya, saya telah mencadangkan bahawa ... yang ditulis sekali sahaja di dalam al-Quran mungkin ada kaitan dengan penjelmaan yang dilalui oleh spesies manusia di sepanjang zaman. Sesungguhnya, semua orang yang telah mengkaji tentang embriologi telah maklum bahawa hanya di dalam rahim ibu sahaja, semua penjelmaan morfologi dirangka dan dibentuk. Penjelmaan morfologi ini akan membesar sepenuhnya apabila dewasa. Semua peringkat yang dilalui oleh embrio tersebut di dalam rahim, adalah sebagaimana yang terdapat di keseluruhan keturunan manusia.
Akhir sekali, apabila seseorang berpandukan data yang ditunjukkan oleh kajian fosil yang berkaitan dengan turun naik jenis manusia di sepanjang sejarah spesies itu, seseorang itu tidak akan lari daripada membuat perbandingan di antara kedua-dua ayat al-Quran ini:
Surah ad-Dahr atau al-Insan (76, ayat 28):
Kami telah menciptakan mereka dan meneguhkan bangunan tubuh mereka, dan kalau Kami mahu, Kami sanggup menggantikan mereka sepenuhnya dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.
Surah al-An'am (6, ayat 133):
Jika Tuhan mahu, nescaya kamu akan dimusnahkan-Nya dan kemudian ditukar-Nya dengan pengganti yang disukai-Nya, sebagaimana kamu telah dijadikan-Nya dari turunan kaum yang lain.
Seterusnya, kedua-dua ayat ini memberi penekanan terhadap kepupusan komuniti tertentu dan penggantiannya oleh komuniti yang lain, yang berlaku di sepanjang zaman, bersesuaian dengan kehendak Tuhan.
Peningkatan keserasian apakah yang boleh diperolehi oleh seseorang di antara ajaran al-Quran dan data sains dalam bidang palantologi serta beberapa disiplin lain? Kita harus sama-sama mengingati bahawa data-data tersebut tidak diketahui langsung pada masa al-Quran dibawa ke pengetahuan manusia.
Itulah pelajaran penting yang harus dipelajari oleh ahli sains daripada fakta-fakta yang telah diterangkan. Setelah kita mempunyai kesedaran yang sah tentang asal usul manusia, mengapa kita masih mencari kesimpulan yang lain?


Read More…